![]() |

Jumat, 27 Februari 2009
Lovely Melody 2
.....................................................................................................................................................
“Ssst! Ini aku, bego!” kata Ryo dari belakang.
“Huh, dasar! Ngapain kamu disini, hah?!! Ngagetin orang aja!” kata Melody kesal.
“Aku hanya ingin lihat wajahmu yang ketakutan itu. Bagus juga!” Ryo tersenyum sinis.
“A…aku nggak takut, kok! Pulang sana!” bentak Melody.
“Nope” Tegas Ryo.
“Awas kau nakutin aku lagi!” kata Melody.
“Iya, iya!” kata Ryo.
Melody segera kembali ke kelasnya dan mengambil buku kakaknya.
“Haa…bosan! Pulang saja deh.” kata Ryo.
“Jadi kamu ngapain disini? ”Melody heran.
Kenapa Ryo mengikutiku ya? Aduh! Aku nggak tahu jalan pikirannya.
Tiba-tiba langkah kaki Melody terhenti. Ia tertinggal 20 langkah dibelakang Ryo. Sepertinya Ia telah menemukan ujung pemikirannya.
Hah! Jangan-jangan dia mengkhawatirkanku? Nggak! Nggak mungkin! Pasti aku mikir yang nggak-nggak. No way! No way! No way!
“Aaaah, nggak mungkin!!!!” teriaknya
“Hei kau sudah gila ya? Kesurupan?” kata Ryo
“Sampai kapanpun aku tetap membencimu, Winterwind Ryo!!! Jangan macam-macam denganku!!” Tegas Melody. Wajahnya memerah karena malu.
“Kau bicara apa, hah? Benar-benar, disini banyak arwah penasaran ya?” kata Ryo yang bingung dengan sikap Melody.
Tiba-tiba bulu kuduk mereka merinding. Angin dingin dari belakang bagai menembus kulit. Lalu ada suara pintu dibuka. “KRIEEETTT”
“Yo, kamu jangan nakut-nakutin aku! Awas nanti!” kata Melody dengan suara agak pelan.
“Apa? Aku dari tadi ada disebelahmu, kan?” kata Ryo.
“Terus, siapa yang buka pintu?”
Lalu mereka mendengar suara langkah kaki berjalan mengikuti mereka. Semakin cepat mereka berjalan, semakin cepat pula suara langkah kaki yang mengikuti.
“Ryo, kamu merasa dibuntuti?” kata Melody.
“Sepertinya begitu.” kata Ryo.
“Ba..bagaimana kalau itu benar-benar hantu?” kata Melody terbata-bata.
“Ha? Jangan ngaco! Hantu itu nggak ada! Dasar penakut!”
“Ha…habisnya….”
Melody yang ketakutan berjalan agak cepat. Di luar dugaan, tiba-tiba Ryo berlari sekencang-kencangnya.
“Hei! Kau mau meninggalkanku ya!!!” teriak Melody yang mengejarnya.
DZING! Seperti kilat mereka berlari sekencang-kencangnya keluar gedung. Yah, dasar dua-duanyaa atlet sih! Pak pos yang jaga-jaga hampir pingsan gara-gara melihat mereka yang tampak seperti angin saking cepatnya.
“Kamu…benar-benar kurang ajar! Hah…hah…mau bikin aku jantungan ya?” kata Melody.
“Hah…hah, pada awalnya kau memang sendirian kan?” jawab Ryo.
“Tapi jangan berlari gitu dong! Aku juga nggak tahu siapa yang membuntuti kita” Melody protes.
“Mungkin…HANTU?? Dasar penakut!” ledek Ryo.
“Aku…nggak takut!! Huh, padahal kamu bersahabat dengan Sean, kayak dia dong!!” protes Melody
“Sudahlah, aku malas dengar ocehanmu! Teruskan saja dengan tembok, tuh!” kata Ryo sambil pergi meninggalkan Melody.
“Kenapa sih, dia selalu aja menggangu orang lain!! Padahal kalau sendirinya diganggu pasti ngamuk berat! Aku nggak tahu mikir apaan sih dia, sampai sebegitunya! Kutarik kembali pemikiranku tadi! Dia memang iblis!” gerutu Melody.
Mereka sama sekali tidak tahu bahwa yang mengikuti mereka tadi adalah Bu Pullfin, guru kelas 2-A. Waktu itu, Bu Pullfin mendengar suara langkah kaki Ryo dan Melody. Ia mengikuti suara langkah kaki mereka karena dikiranya masih ada seseorang disana. Tentu saja Bu Pullfin tidak bertemu dengan mereka. Dasar Melody dan Ryo aja, larinya kencang banget!
“Mely (nama kecil Melody), ayo bangun!!!” kata ibunya Melody.
“Iya, ma! Sebentar lagi aku turun!” kata Melody.
Melody segera mandi dan ganti pakaian. Then, have a breakfast.
“Ma….. pa, aku mau berangkat sekolah dulu, ya!”
Setelah berpamitan kepada orangtuanya, ia segera berangkat ke sekolah.
Di jalan, Melody bertemu dengan seorang anak perempuan yang sedang menangis. Karena penasaran, Melody lalu mendekatinya.
“Adik kenapa? Kok nangis?” tanya Melody pada anak itu.
“Miki kehilangan mama……..tadi Miki ama mama,” jawabnya dengan polos.
“Mama Miki seperti apa? Nanti kakak cariin deh,” balas Melody.
“Haaaah? Benelan kak? Makacih ya kakak!!!” teriaknya dengan senang.
“Iya. Sekarang kasih tahu kakak, mamamu seperti apa?” tanya Melody.
“Ehmmmm, Mama Miki itu cantik, lambut mama keliting, baju mama melah, lok mama coklat.”
“Oh, begitu ya? Ayo ikut kakak cari mamamu yuk!” ajak Melody.
“Iya kak!” jawab Miki.
Melody menggandeng tangan Miki. Lalu mereka mencari mama Miki di mana-mana. Bahkan ia sampai tak sadar bahwa ia benar-benar terlambat. Tidak lama kemudian, ada seseorang yang memanggil Miki.
“Lho? Miki…….”kata seseorang yang memanggilnya dari belakang.
“Mama!!!!!” teriak Miki.
Miki segera melepaskan tangan Melody lalu ia berlari menuju mamanya.
“Mama, Miki takuuut!” rengek Miki pada mamanya.
“Iya, iya mama juga takut kehilangan Miki,” kata mama Miki.
“Syukurlah, Miki. Akhirnya mamamu ketemu,” kata Melody dengan lega.
“Iya, kak makacih ya!” ucap Miki dengan senang.
“Terimakasih ya, sudah mengantar Miki.” Kata mama Miki.
“Sama-sama, te.” Harap Melody.
“Ya, sekali lagi terima kasih ya?” kata mama Miki seraya pergi.
“Jam berapa nih? What?? J…jam 07:30 lewat !!!” teriak Melody. Ia lalu berlari menuju ke sekolah dengan tergesa-gesa. Ia tidak mempedulikan keadaan di sekitarnya. Tiba-tiba…….,
“BRUK!!”
“Aduuuuh, sakiiit! Siapa sih orang lagi buru-buru juga!” rintih Melody.
“Sialan! Telat lagi nih!” kata orang itu.
“Maaf ya, nggak apa-apa ‘kan?” kata Melody.
“Nggak! Kau……” balasnya dengan kasar.
“Lho, Ryo? Kamu ngapain disini? Kan udah Bel? Ketiduran lagi, ya?” tanya Melody.
“Cerewet! Kau sendiri telat kan?” jawab Ryo menggerutu.
“Aku……..aaah udahlah. Aku nggak mau dimarahi Bu Larry lagi!!!” bantah Melody.
Dengan terburu-buru dan 'terpaksa', akhirnya mereka berangkat sekolah bareng. Wah..wah, dasar!
Label: Anime, cerbung, lovely, lovely melody, melody